SELAMAT DATANG DI BLOG DANIK LIA ISTIQOMAH

Minggu, 28 April 2013


Ibu
Created by Danik  Lia Istiqomah
Aku butuh tangan ibu...
Tuk hapus air mataku...
Dunia sungguh kejam ibu...
Membiarkan diriku dirundung pilu ibu...
Menangis meratapi nasib ini...
Yang gelap tak ada setitik cahaya...
Ibu anakmu menanggung beban yang berat...
Ibu.... ???
Beginikah nasib anakmu?
Menimba ilmu di kota besar yang penuh dengan kekejaman...
Sendiri, sepi, sunyap, gelap...
Sedih, rindu, akan masa kenangan indah bersamamu dulu ibu...
Beda....???
Ya, memang berbeda dengan keaslianku  yang dulu....
Riang, gembira, yang kurasakan kala itu...
Seperti tak ada masalah yang ada di nalarku...
Ibu , tetaplah menjadi pahlawan masa depanku...
Do’amu aku butuhkan...
Tuk mengarungi derasnya arus zaman ini...

Selasa, 23 April 2013



Dari ketulusan hati ... ^_*
Created  : Danik Lia Istiqomah
Aku menyukaimu...
Aku ingin mendapatkanmu...
Aku ingin menjadi milikmu...
Aku ingin memilikimu...
Aku ingin menjadi tambatan hatimu...
Aku ingin kau  yang mengisi kekosongan hatiku...
Aku ingin kau  yang selalu  ada untukku...
Namun...
Semua itu sepertinya mimpi...
Tapi aku yakin impian berawal dari mimpi...
Cinta tulus akan dibalas ketulusan...
Niat hati  ingin mengucapkan tiga kata “” Aku Suka Kamu”” ...
Namun...
Hati selalu ragu...
Hatiku merasa ada yang lebih baik  dariku...
Nanti...
Jika lau kau memang tambatan hatiku kau kan datang padaku...
Untuk  yang ku sukai tulus dari hati... ^_^

Senin, 15 April 2013

 Motivasi Hari Ini
Ajari kaki menginjak debu, biar menaruh rasa belas kasihan kepada yang tidak beralas. Biarkan angin membelai tubuh, supaya mata melirik pada mereka yang tidak berpakaian. Sesekali kosongkan perut, agar terasa rintihan kelaparan. Tidak akan pernah kita iba melihat kemiskinan bila sedetik pun tidak mau meninggalkan istana. Tidak akan pernah kita menaruh belas kasihan bila kita tidak pernah merasa susah. Kita tidak akan pernah mau sujud tersungkur bila kita tidak pernah merasa di bawah.

Haruskan tangan Tuhan bermain? Haruskah menjadi miskin dulu untuk bisa merasakan tangis kesusahan?
Haruskah bibir kita dikunci dulu biar tidak tenggelam dalam tawa berkepanjangan?
Haruskah kita menjadi terhina dulu, untuk bisa mengulurkan tangan?

Alangkah mulianya diri kita bila saat kita di atas kita tetap bersikap bersahaja, tenang dan damai berada di bawah. Di saat posisi, jabatan, kekayaan kita berlimpah, kita tetap tunduk, welas asih, dan mengayomi saudara-saudara kita yg tidak beruntung. Saat kita kaya raya, kita tidak sombong, angkuh, kufur dan malas untuk berbagi dg sesama, agar jiwa kita selalu tunduk dan bersyukur.

Wahai Tuhan kami Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, ajarkan kami untuk bisa mensyukuri segala nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada kami dan kepada ibu-bapak kami. Bimbinglah kami untuk bisa berbuat kebaikan yang Engkau ridhai. Sertakan kami dalam golongan hamba-Mu yang selalu berbuat baik pd kaum yg membutuhkan.
آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِينَْ
(Ust. Yusuf Mansyur)
Sumber : Dunia Motivasi (Facebook)