Ajari
kaki menginjak debu, biar menaruh rasa belas kasihan kepada yang tidak
beralas. Biarkan angin membelai tubuh, supaya mata melirik pada mereka
yang tidak berpakaian. Sesekali kosongkan perut, agar terasa rintihan
kelaparan. Tidak akan pernah kita iba melihat kemiskinan bila sedetik
pun tidak mau meninggalkan istana. Tidak akan pernah kita menaruh belas
kasihan bila kita tidak pernah merasa susah. Kita tidak akan pernah mau
sujud tersungkur bila kita tidak pernah merasa di bawah. Haruskan tangan Tuhan bermain? Haruskah menjadi miskin dulu untuk bisa merasakan tangis kesusahan? Haruskah bibir kita dikunci dulu biar tidak tenggelam dalam tawa berkepanjangan? Haruskah kita menjadi terhina dulu, untuk bisa mengulurkan tangan?
Alangkah mulianya diri kita bila saat kita di atas kita tetap bersikap
bersahaja, tenang dan damai berada di bawah. Di saat posisi, jabatan,
kekayaan kita berlimpah, kita tetap tunduk, welas asih, dan mengayomi
saudara-saudara kita yg tidak beruntung. Saat kita kaya raya, kita tidak
sombong, angkuh, kufur dan malas untuk berbagi dg sesama, agar jiwa
kita selalu tunduk dan bersyukur. Wahai Tuhan kami Yang Maha
Pengasih dan Maha Penyayang, ajarkan kami untuk bisa mensyukuri segala
nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada kami dan kepada ibu-bapak
kami. Bimbinglah kami untuk bisa berbuat kebaikan yang Engkau ridhai.
Sertakan kami dalam golongan hamba-Mu yang selalu berbuat baik pd kaum
yg membutuhkan. آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِينَْ (Ust. Yusuf Mansyur)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar